flas script


Kapankah RSS Feed Dijadikan Ringkasan atau Artikel Penuh?

Sebelumnya kita telah membahas apa itu RSS beserta manfaatnya.
RSS bisa diartikan sebagai versi sederhana dari halaman web yang
berisikan hanya konten artikel saja, tanpa adanya fitur-fitur lain
seperti widget, javascript, ataupun CSS. Dan hampir setiap website
mempunyai RSS Feed yang berfungsi sebagai umpan sindikasi konten-konten
dalam blog tersebut, entah itu untuk berlangganan artikel lewat email,
feed reader, maupun hanya sebatas mengetahui update terbaru berupa judul
artikel saja.
Banyak blog yang menyediakan umpan RSS hanya dalam bentuk ringkasan (excerpt) nya saja, namun banyak juga yang menyediakan RSS berupa artikel yang utuh/lengkap.
Latar belakang tulisan ini dipicu karena banyak blogger yang
menyediakan RSS dalam bentuk ringkasan artikel, dan bahkan hanya berupa
judulnya saja. Hal ini mengakibatkan pelanggan (subscriber) RSS blog tersebut “dipaksa” untuk hadir atau berkunjung ke blog yang bersangkutan untuk membaca artikel yang lebih lengkap.

Saya katakan hal ini sah-sah saja menurut pandangan saya sebagai
seorang blogger. Namun sebagai seorang pembaca dan pelanggan RSS blog
tersebut, saya merasa jenuh dan agak jengkel dengan kondisi demikian,
karena beberapa faktor berikut ini:
  • Koneksi internet yang lambat menyebabkan waktu kunjungan yang lama.
    Hal ini menyebabkan kebosanan serta membuang banyak waktu yang berharga.
  • Quota bandwidth paket internet yang terbatas, sehingga dengan
    mengunjungi blog yang bersangkutan, otomatis quota bandwidth akan lebih
    cepat habis.
  • Penuhnya inbox email atau feed reader dengan notifikasi update yang berupa sampah (judul dan ringkasan) saja.
  • Konten blog tersebut yang biasa-biasa saja atau bahkan tidak menarik lagi bagi pembaca.
Biasanya ketika kejenuhan saya sudah memuncak dengan kondisi tersebut, maka yang saya lakukan adalah BERHENTI BERLANGGANAN (unsubscribe)
RSS blog mereka. Tentunya ini merupakan nilai minus bagi blog yang
bersangkutan, karena salah satu parameter populer tidaknya suatu blog
adalah dari jumlah pelanggan RSS mereka.
Di sini, saya menghimbau kepada para blogger dan diri saya khususnya,
hendaklah sebelum menentukan konten RSS (ringkasan atau artikel
lengkap), mereka hendaknya memahami dulu maksud dan tujuan mereka
memasang form berlangganan RSS feed, entah itu berupa langganan lewat
email ataupun lewat feed reader.

Beberapa kemungkinan Faktor yang menyebabkan seorang blogger hanya menyediakan RSS feed berupa ringkasannya saja:
  1. Seorang yang awam, yang belum mengerti bagaimana membuat RSS blog secara penuh (full article).
  2. Merasa percaya diri dengan kualitas konten blog mereka, sehingga optimis bahwa pembaca RSS sudah pasti akan datang berkunjung.
  3. Ingin mendapat trafik yang lebih dengan memaksa pembaca RSS untuk berkunjung.
  4. Merasa takut konten mereka ada yang mencuri
  5. Ikut-ikutan.
Saya pribadi memaklumi kondisi nomer 1 dan 2, dengan catatan
kondisinya memang benar-benar seperti itu. Orang awam atau blogger
newbie memang wajib dimaafkan jika ia melakukan hal yang demikian.
Demikian juga dengan seorang blogger yang mampu menulis artikel yang
sangat bermutu yang tentu saja setiap pelanggan tidak akan keberatan
untuk meluangkan sedikit waktunya untuk berkunjung.
Kondisi yang tidak dapat dimaklumi adalah tatkala mereka dengan
PD-nya ingin memaksa pembaca RSS untuk hadir, sementara artikel di blog
mereka tidak layak masuk dalam kategori “awesome“.
Menyunat konten RSS karena takut akan pencurian konten pun bukan pula
tindakan bijaksana, karena tidak ada yang aman dari pencurian konten,
kecuali anda diam duduk manis di rumah tanpa menulis apa-apa. Lebih
parah lagi yang ikut-ikutan, mereka pada hakikatnya tidak punya tujuan
hidupngeblog, karena selalu mengikuti apa kata orang lain.

Sekarang masuk dalam poin maksud dan tujuan sebelum
seorang blogger memutuskan untuk memberikan konten RSS berupa judul dan
atau ringkasannya saja, ditambah sang blogger memasang form berlangganan
via email yang bertuliskan “Langganan artikel blog kami”. Apa tujuan
anda melakukan aktivitas blogging?
  1. Ingin menulis dan mengekspresikan diri?
  2. Ingin banyak pengunjung?
  3. Ingin kontennya dibaca?
  4. Ingin dikomentari?
  5. Ingin terkenal?
  6. Ingin menghasilkan uang lewat blog?
  7. Atau Ingin bermanfaat bagi orang lain?
Saya yakin semua orang pun ingin mencapai semua tujuan itu, namun
tidaklah mungkin semua tujuan itu tercapai, karena harus ada satu atau
lebih tujuan yang dikorbankan. Sekarang tinggal bagaimana anda
menentukan apakah yang selayaknya anda lakukan sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai. Andalah yang paling tahu jawabannya.
Saya sendiri merasa konten blog saya biasa-biasa saja, dan sangatlah jauh dari kata “bermutu“. Saya ingin menulis, berekspresi, banyak pengunjung, tulisan saya dibaca, ingin dikomentari, ingin terkenal (juga), ingin monetasi,
dan juga ingin bermanfaat bagi orang lain. Namun saat ini saya lebih
memilih untuk tujuan manfaat. Oleh karena itu saya tidak mempedulikan
apakah orang lain akan berkunjung atau tidak, berkomentar atau tidak,
ngeklik iklan atau tidak. Saya lebih bahagia jika ada yang menyukai dan
menikmati artikel-artikel yang saya sajikan, baik itu dengan mengunjungi
langsung, maupun hanya melalui email atau feed reader.
Intinya adalah TULUSLAH DALAM MENULIS.

Tips Ngeblog :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


Data Browser Anda

IP


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More