flas script


Tips Pemupukan Tanaman Kakao Bag. ke1

Mengapa kita perlu melakukan pemupukan pada tanaman kakao kita dan bagaimana caranya melakukan pemupukan kakao yang benar? Tanpa panjang lebar lagi,yuk kita simak ulasan berikut ini !

 Pemupukan merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yang berperan penting terhadap produktifitas tanaman. Akibat pemupukan yang tidak tepat, lahan-lahan kakao banyak yang mengalami kemunduran khususnya dalam hal kualitas lahan.

Kemunduran kualitas lahan tersebut antara lain terjadi karena berkurangnya unsur hara di dalam tanah, kerusakan sifat-sifat fisik maupun biologis, serta semakin menipisnya ketebalan tanah. Berkurangnya unsur hara dalam tanah disebabkan oleh kegiatan panen,pencucian, denitrifikasi, dan erosi yang terjadi di daerah perakaran tanaman kakao. Kerusakan sifat fisik dan biologis tanah antara lain berupa rusaknya agregat tanah, berkurangnya kemantapan struktur, berkurangnya kadar nahan organik, serta berkurangnya jumlah dan aktivitas organisme yang hidup dalam tanah. Sementara itu, berkurangnya ketebalan tanah terjadi karena erosi yang merupakan penyebab utama kerusakan tanah di lahan yang berlereng curam. Upaya peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk.

Pemupukan bertujuan menambah unsur-unsur hara tertentu di dalam tanah yang tidak mencukupi kebutuhan tanaman tersebut. Pemupukan tanman kakao harus diberikan secara efisien. Efisiensi pemupukan adalah perbandingan jumlah pupuk yang diberikan dengan jumlah pupuk yang diserap oleh tanaman. Namun, umumnya efisiensi pemupukan pada kakao tergolong rendah. Peningkatan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 4T yaitu:

1. tepat jenis,
2. tepat dosis,
3. tepat cara, dan
4. tepat waktu.

Pupuk yang biasanya digunakan dalam pemupukan tanaman kakao adalah pupuk urea atau ZA sebagai sumber N, pupuk TSP sebagai sumber P, dan pupuk KCl sebagai sumber K. Selain pupuk buatan, pada tanaman kakao juga diberikan tambahan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Meskipun tanaman membutuhkan asupan tambahan berupa pupuk buatan ataupun pupuk organic, pemberian pupuk harus tetap memperhatikan petunjuk dan dosis yang dianjurkan.

Berdasarkan susunan kimianya, pupuk dibedakan menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil akhir atau peruraian tumbuhan atau hewan, seperti pupuk hijau dan kompos. Pupuk anorganik meliputi pupuk buatan, kapur, dan kieserit.Berdasarkan unsur hara yang dikandungnya, pupuk digolongkan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu macam unsur hara, seperti urea dan TSP. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung dua unsur hara atau lebih, seperti Rustca Yellow,Ammophos, dan Kemira.

Waktu Pemupukan biasanya dilakukan dua kali dalam satu tahun. Waktu yang ideal untuk melakukan pemupukan adalah pada saat musim penghujan atau pada akhir musim hujan (Maret-April atau Oktober-November).
Cara pemupukan sangat menentukan efektifitas pupuk yang diberikan. Ketidaktepatan dalam melakukan pemberian pupuk bisa menurunkan efektifitastanaman sehingga hasil yang dicapai menjadi tidak meksimal. Pemupukan tanaman kakao secara umum dibedakan menjadi dua metode, yaitu :

 1. pemupukan melalui tanah dan
 2. melalui daun.

Pemberian pupuk anorganik yang diaplikasikan melalui tanah dapat diberikan melalui tanah dengan cara meletakkan pupuk pada parit (alur) yang dibuat melingkar di sekeliling pohon dan kemudian di tutup kembali. Penutupan bertujuan untuk mengurangi hilangnya pupuk akibat penguapan (urea) dan erosi. Pupuk yang diaplikasikan melalui daun dapat diberikan apabila telah tampak gejala kekurangan atau kekahatan atau hanya dilakukan pada pemupukan unsur mikro (seperti Cu, Zn, Fe, atau Mn).

Unsur mikro sering diberikan melalui daun karena pemberiannya dilakukan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga jika diberikan melalui tanah, akan banyak diikat oleh tanah dan tidak dapat diserap oleh tanaman. Pupuk organik dapat ditaburkan di sekeliling pohon atau diletakkan pada parit di sekeliling pohon. Kedalaman parit sekitar 30 cm dan pupuk yang akan digunakan kemudian ditimbun dengan tanah setebal 5 cm.

Dari tips di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan pemupukan tanaman kakao harus diperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyerapan pupuk. Karena pemupukan akan menjadi sia-sia apabila tidak didukung oleh kondisi lingkungan yang menyebabkan penyerapan pupuk tidak optimal.

Salam Tani ... Semoga Bermanfaat ... !!!

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More