flas script


18 jenis ikan mas koki

18 jenis ikan mas koki  ini memang ikan emas yang banyak di gemari dan populer bagi penggemar ikan mas koki, karena melihat tubuhnya yang aneh dan sulit digambarkan sehingga banyak orang mengatakan ikan mas koki ini sebagai ikan mas yang fantastik! Ikan mas koki ini termasuk ikan yang lamban geraknya sehingga di dalam akuarium sering menjadi korban bulan-bulanan ikan lainnya.

Sebenarnya jenis ikan mas koki yang asli tidaklah semenarik ikan mas koki yang kita kenal sehari hari. Ikan mas koki bentuk dasarnya tidak berbeda dengan ikan mas koki biasa. Daya tariknya hanya terletak pada warna merah menyala yang membentang dari pangkal ekor sampai leher.

Tetapi, secara keseluruhan bentuk dan warnanya tidak berbeda dengan ikan mas pada umumnya. Ikan mas ini disebut juga dengan nama goldfish. Dan, di dalam sebuah akuarium, ikan mas koki terlihat begitu elok sebagaimana namanya goldfish (ikan mas).

Dan, keistimewaan yang paling menarik dari jenis ikan mas koki adalah bentuk strainnya yang jauh berbeda dengan ikan mas koki aslinya. Sampai sekarang ini, di negeri China telah banyak dihasilkan strain strain baru dari ikan mas koki ini.

Bahkan seorang ilmuwan China, yaitu Shisan Chen mengatakan bahwa sampai sekarang ada sekitar 126 strain baru yang benar-benar lain dari aslinya. Dan, memang negara China dan Jepang adalah dua negara yang paling getol menciptakan strain baru berbagai macam ikan.

Jenis-Jenis Ikan Mas Koki

1.Bubble Eye/Suihogan Goldfish:

Bubble Eye/Suihogan Goldfish

Spesies ikan mas koki unik yang berasal dari Cina ini punya mata yang menunjuk ke atas dan 2 kantung besar berisi cairan,IKan ini juga tidak punya sirip di punggungnya,ikan mas ini bisa tumbuh 6 -8 inchi.

2.Ranchu Goldfish:

Ranchu Goldfish

Ikan mas koki dengan tampilan yang tidak biasa ini disebut sebagai "raja ikan mas" oleh orang Jepang. Ranchu adalah hasil dari percobaan perkimpoian silang yang berbeda dari Lionhead Cina.IKan ini ga punya sirip atas,dan punya banyak warna seperti orange, red, white, red-and-white, blue, black, black-and-white, black-and-red,Ikan dengan badan kuning pucat dan kepala merah sangat jarang dan langka.

3.Butterfly tail/Jikin Goldfish:

Butterfly tail/Jikin Goldfish

Indah dan menggemaskan tetapi langka,Jikin diyakini dari Jepang. Ciri yang paling menonjol adalah ekor yang memiliki bentuk X.ekor kupu kupunya memiliki panjang khas, berbentuk cerutu atau torpedo. Tubuh yang putih dengan bibir,sirip dan insang merah.dapat tumbuh sampai 9 inci. Nama lainnya adalah ekor Merak dan Rokuri. Di AlFath Shop Prafi Sp4, ikan ini masih tersedia, walaupun dalam jumlah kecil..

4.Telescope Eye/Demekin Goldfish:

Telescope Eye/Demekin Goldfish

Spesies ini punya mata yang esar dan unik,Variasi ini berwarna merah, merah-putih,belacu, hitam-putih, coklat, biru, lavender, cokelat-dan-biru dan warna hitam. Mereka mungkin juga kadang punya sisik metalik.Walau matanya besar,penglihatannya buruk dan lebih baik tidak dicampur 1 akuarium dengan jenis lain yang lincah dan ditempatkan di akurium tanpa benda lanci.

5.Oranda Goldfish:

Oranda Goldfish

Oranda, ikan mas koki unik dari Cina dan Jepang, dicirikan oleh tudung seperti raspberry dikepalanya. Ikan mas koki ini sangat terkenal di seluruh dunia,dan punya badan besar dengan 4 ekor panjang.

6.Celestial Eye/Choten gan Goldfish: 

Celestial Eye/Choten gan Goldfish

Salah satu ikan mas koki aneh yang berasal dari Cina dan Korea.Mata ikan mas ini seperti mata ikan mas teleskop,tapi mengarah keatas Tubuh ikan ini berbentuk seperti torpedo,dan tak punya sirip atas

7.Lionchu/Lionhead Goldfish:

Lionchu/Lionhead Goldfish

Ikan mas koki Unik ini adalah ikan mas yang tidak memiliki sirip atas dari Thailand dan hasil dari perkimpoian silang antara lionheads dan ranchus. Memiliki tubuh yang besar, lebar dan melengkung ke belakang dan kepala yang besar.

8.Ryukin Golfish:

Ryukin Golfish

IKan mas koki berwarna cerah dan menarik dari Jepang ini punya sirip yang besarnya 2 kali panjang tubuhnya,moncongnya juga lancip dan punggungnya bungkuk. Ryukin punya warna seperti merah marun, merah-putih, putih, metalik dan warna belacu.di akuarium yang bagus perawatannya ikan ini dapat mencapai hingga 8 inci atau 21 cm. Nama julukan lainnya adalah Ribbontail Jepang,Fringetail,Fantail atau Veiltail

9.Calico/Nacreous Goldfish:

Calico/Nacreous Goldfish

Ikan mas koki bernama Calico atau Nacreous ini punya percampuran sisik warna metalik dan transparan yang menimbulkan kesan mutiara. Calico bisa tumbuh sampai 12 inchi.Coraknya terdiri dari bercak-bercak merah, kuning, abu-abu dan hitam bersama bercak gelap dan biru.

10.PomPom/Hanafusa Goldfish:

PomPom/Hanafusa Goldfish

Hanafusa punya daging yang tumbuh seperti pom pom di sekitar hidungnya,badannya seperti lionhead,tapi yang tumbuh adalah hidungnya,kadang malah ada daging yang tumbuh sampai melewati bawah rahangnya.

11.Chinsurin/Pearlscale Goldfish:

Chinsurin/Pearlscale Goldfish

Ikan mas yang satu ini punysa sisik berbintik bintik dan berwarna mutiara, berasal dari Jepang dan dipanggil Chinsurin

12. Common goldfish

Common goldfish

Ikan mas biasa hanya berbeda dalam warna dari nenek moyang mereka, ikan mas Prusia. Ikan mas biasa datang dalam berbagai warna termasuk merah, oranye / emas, ikan mas putih, hitam dan kuning atau 'lemon'.

13. Black Moor:

Black Moor

The Black moor adalah berbagai teleskop bermata ikan mas yang mewah yang memiliki karakteristik menonjol sepasang mata. Hal ini juga disebut sebagai Popeye, teleskop, kuro demekin di Jepang dan naga-mata di Cina.

14. Comet (goldfish):

Comet (goldfish)

Ikan mas komet atau komet-tailed adalah berbagai mewah yang paling umum di Amerika Serikat. Hal ini mirip dengan ikan mas biasa, kecuali sedikit lebih kecil dan lebih ramping, dan terutama dibedakan oleh panjang ekornya, sangat cagak.

15. Fantail (goldfish):

Fantail (goldfish)

Ikan mas Fantail adalah bentuk barat Ryukin dan memiliki tubuh berbentuk telur, sirip punggung tinggi, sirip ekor panjang empat kali lipat, dan tidak ada bonggol bahu.

16. Shubunkin:

Shubunkin

Fancy dan Shubunkins Jepang hardy ("brokat merah") memiliki ekor tunggal dengan skala nacreous, dan pola yang dikenal sebagai belacu.

17. Panda Moor:

Panda Moor

Tegalan panda mewah memiliki pola warna hitam-putih karakteristik dan mata menonjol.

18. Veiltail:

Veiltail

The veiltail fancy dikenal yang ekstra panjang, mengalir ekor ganda. Veiltail standar modern memerlukan lekukan sedikit atau tanpa tepi trailing dari sirip ekor, seperti dalam pernikahan jilbab untuk pengantin.

Fakta Unik tentang Ikan Mas:
  • Percernaan ikan mas sangat sederhana,dan sangat susah mencerna protein 
  • Ikan mas koki bisa mengubah warna tubuhnya,sesuai dengan tempat dimana mereka disimpan atau dipelihara 
  • Ikan mas koki memproduksi pigmen jika terkena cahaya.Jika ikan Mas ditaruh di tempat gelap,dia akan telihat lebih cerah pada pagi harinya,dan jika terus menerus ditaruh di tempat gelap,maka ikan mas akan kehilangan warnanya.
  • Ikan mas koki bisa tumbuh maximal sampai panjang 58.42cm dan berat 4.5 kg 
  • Ikan mas koki terpanjang yang pernah diukur sepanjang 47.7 cm,dari moncong sampai ekor,di Belanda 
  • Ikan mas koki bisa hidup sampai 20 tahun,tapi ikan mas peliharaan cuma hidup 6 sampai 8 tahun (gaya hidup ga sehat ya?) 
  • Ikan mas koki tertua yang pernah dicatat berumur 49 tahun 
  • Ikan mas koki bisa hidup di kolam yang permukaannya membeku,selama masih ada cukup oxygen dan airnya tak mengeras sepenuhnya 
  • Di Italy ada hukum yang melarang penggunaan ikan mas koki sebagai hadiah carnaval 
  • Di Roma dilarang memelihara ikan mas koki di toples,karena menurut mereka sangat kejam mengurung ikan di tempat sempit seperti itu 
Semoga Bermanfaat Bagi Anda Yang Berminat Memelihara Ikan Mas Koki ... !!!

Refferensi By: 
http://budidayanews.blogspot.com/2011/02/budidaya-ikan-mas-koki-mutiara-dan-cara.html


Tips Merawat Dan Memelihara Ikan Mas Koki di Aquarium

Ikan maskoki mempunyai ciri-ciri yg khas yakni amat rawan pada kandungan ammonia terlarut di dalam air. perihal inilah yang sering kali bikin persepsi di kelompok umur pengagum ikan hias bahwa memelihara ikan mas koki tersebut sulit karena gampang mati.

Untuk menangani problem karena kadar amonia terlarut tersebut, ada 2 hal yang bisa dikerjakan :
  • Menetralisirnya, atau mengganti airnya. menetralisir kandungan ammonia bisa menggunakan biofiltrasi 
  • Menumbuhkan lumut air, yg dapat menyerap zat yg bisa meracuni ikan tersebut (Baik dalam usaha budidaya)
Siapa yang tak kenal dengan ikan mas koki, ikan yang gendut dan lucu ini memang merupakan binatang peliharaan yang paling populer dan sangat digemari.

Pemakaian gelembung udara karena ikan koki sangat membutuhkan oksigen dalam akuarium, tapi dalam memilihnya disesuaikan jika letak akuarium dikamar usahakan membelinya yang ukuran kecil agar tidak berisik dan tidak mengganggu saat tidur. Terakhir, pencahayaan sangat penting karena kurang menarik jika tidak ada cahaya dalam akuarium.


 Berikut adalah langkah-langkah untuk merawat Ikan mas Koki:

Ikan koki sangat membutuhkan gelembung udara maka akuarium harus tersedia air pump (penghasil gelembung udara akuarium). Jika menggunakan berbagai hiasan akuarium atau alas (pasir atau batu-batuan) cucilah terlebih dahulu sampai benar-benar bersih dan air tidak keruh.

Beri makan cukup 1x sehari dan jangan terlalu banyak (tergantung jumlah ikan yang dimiliki) agar ikan lebih agresif.

Biofiltrasi
Tehnik biofiltrasi yg baik datang dari penggemar ikan koi. kunci dari tehnik ini.Yaitu pemakaian media filtrasinya. di antara media terbaik yaitu menggunakan matt sintetis buatan jepang, yg sekarang ini banyak didapati di toko ikan hias.
Fungsi dari media ini dapat melakukan penyaringan kotoran ikan dan menahannya, hal ini dapat merangsang perkembangan dari bakteri nitrobacter didalamnya. Aerasi yang digunakan mesti cukup banyak serta waktu biofilter tersebut sudah berjalan, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut telah jadi stabil.

Untuk hobiis yg malas menguras air akuarium, metode ini pastinya amat pas, dikarenakan tidak membutuhkan pengurasan air yang terlalu sering. tetapi demikianlah kelemahan yg ada yaitu bahwa dengan air tidak dulu diganti, mengakibatkan zat/mineral yg dibutuhkan ikan menjadi kurang, karena zat tersebut ada di dalam air yang masih baru, sehingga bisa mengakibatkan ikan warnanya jadi kurang cerah. Tehnik ini dapat disertai dengan penggantian air parsial dengan teratur.

Kuras air akuarium sekitar satu bulan sekali (tergantung berapa lama air dapat bertahan)
Pada saat menguras akuarium sebelum dibuang ambil dahulu sekitar satu gayung air yang ada di akuarium. Lalu ambil ikan koki menggunakan jaring atau jala (jangan pakai tangan).
Letakkan ikan di air akuarium yang sudah diambil dalam gayung, kemudian bersihkan akuarium bisa dengan sikat atau spon pembersih.
Jika sudah, isi kembali akuarium dengan air baru, kemudian masukkan ikan koki bersama dengan air yang masih ada di gayung tadi. Hal ini untuk mencegah ikan koki stress dan supaya bisa cepat adaptasi lagi. Ulangi langkah-langkah diatas secara berkala dan rutin.


Cara Tepat Budidaya Ikan Lele

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan.



*PEMBENIHAN LELE.*
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

*SISTEM BUDIDAYA LELE.*
Terdapat 3 sistem pembenihan lele yang dikenal, yaitu :
  1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
  2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
  3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi). Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
*TAHAP PROSES BUDIDAYA LELE.*

A. Pembuatan Kolam lele.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
  • Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain. 
  • Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma. 
  • Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
*B. Pemilihan Induk lele*
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.

Induk betina bertanda :
  1. tulang kepala berbentuk cembung
  2. warna badan lebih cerah
  3. gerakan lamban
  4. perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.


*C. Persiapan Lahan lele.*
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
  • Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
  • Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
  • Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
  • Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
  • Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
  • Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama
*D. Pemijahan Lele.*
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

*E. Pemindahan Lele.*
Cara pemindahan :
  1. kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
  2. siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
  3. samakan suhu pada kedua kolam
  4. pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
  5. pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
*F. Pendederan Lele.*
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

MANAJEMEN PAKAN LELE.

Pakan anakan lele berupa :
  • pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
  • Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
  • Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
*MANAJEMEN AIR.*

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih - berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

*MANAJEMEN KESEHATAN.*
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.


Pengenalan Dan Pengertian Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair. Secara umum, manfaat pupuk organik adalah
  • memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, 
  • meningkatkan daya simpan dan daya serap air, 
  • memperbaiki kondisi biologi dan kimia tanah, 
  • memperkaya unsur hara makro, dan mikro. 
  • Meningkatkan produktivitas tanaman. 
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. 
  • Menggemburkan dan menyuburkan tanah
  • Pupuk organik tidak mencemari lingkungan dan aman bagi manusia.
Limbah pertanian yang dapat dijadikan sumber pupuk organik adalah jerami padi, sekam, arang sekam, brangkasan kacang tanah dan kedelai, daun dan batang jagung, serbuk gergaji, kulit kopi dan kakao, sampah kota, serta kotoran ternak (sapi, kerbau, domba, kambing, ayam). Juga dapat digunakan tandan kosong kelapa sawit juga dapat digunakan sebagai sumber bahan organik. Kandungan hara kotoran ternak dan limbah pertanian sangat beragam, dan begitu juga perbandingan antara karbon dan nitrogen (C/N ratio). Bahan organik yang optimal untuk pembuatan kompos atau pupuk organik secara aerobik memiliki C/N ratio 25-30.

Pupuk Organik

Keberadaan bahan organik di dalam tanah ditunjukkan oleh lapisan berwarna gelap atau hitam, biasanya pada lapisan atas setebal 10-15 cm. Jumlah dan ketebalan lapisan atas ini bergantung pada proses yang terjadi seperti pelapukan, penambahan, mineralisasi, erosi, pembongkaran dan pencucian (leaching), serta pengaruh lingkungan seperti drainase, kelembaban, suhu, ketinggian tempat, dan keadaan geologi.

Kelemahan Pupuk Organik

Ada beberapa kelemahan dari penggunaan pupuk organik, antara lain :
  • Pupuk organik, terutama pupuk kandang, masih sering mengandung biji-bijian tanaman pengganggu. Biji-bijian yang termakan ternak tidak akan tercerna sehingga dapat tumbuh mengganggu tanaman.
  • Pupuk organik sering menjadi faktor pembawa hama penyakit karena mengandung larva atau telur serangga sehingga tanaman dapat diserang.
  • Kandungan unsur hara dalam pupuk organik sulit diprediksi
  • Kandungan unsur hara pupuk organik jauh lebih rendah dibanding pupuk anorganik sehingga dosis penggunaannya jauh lebih tinggi. Akibatnya biaya transportasi, gudang, serta tenaga kerja meningkat.
  • Respon tanaman terhadap pupuk organik lebih lambat, karena pupuk organik bersifat slow release.
  • Penerepan hasil bioteknologi, seperti pupuk mikroba, masih jarang digunakan. Sehingga penambahan jumlah mikroorganisme dalam tanah kurang optimal.
Bentuk Pupuk Organik
Dari bentuknya ada dua jenis pupuk organik, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik padat sudah lazim digunakan petani. Aplikasi pupuk organik padat dengan cara ditabur atau dibenamkan dalam tanah. Sementara pupuk organik cair adalah pupuk organik dalam bentuk cair. Pada umumnya, pupuk organik cair merupakan ekstrak bahan organik yang sudah dilarutkan dengan pelarut seperti air, alkohol, atau minyak. Senyawa organik yang mengandung unsur karbon, vitamin, atau metabolit sekunder dapat berasal dari ekstrak tanaman, tepung ikan, tepung tulang, atau enzim. Pengaplikasian pupuk organik cair umumnya dengan cara disemprotkan ke tanaman atau dikocorkan ke tanah.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk organik dari hasil fermentasi kotoran hewan ternak baik dalam bentuk padat maupun cair. Jumlah serta kandungan unsur hara baik kotoran padat maupun cair masing-masing ternak berbeda-beda. Perbedaan itu detentukan kondisi dan jenis hewan serta jumlah dan jenis pakan hewan tersebut. Akan tetapi selisih dari kandungan hara tersebut juga sangat tipis, sehingga tidak perlu menjadi pertimbangan untuk menentukan pupuk kandang yang akan digunakan. Pupuk kandang mengandung unsur hara lengkap, baik makro maupun mikro.

Dilihat dari proses dekomposisinya pupuk kandang dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung cepat sehingga menghasilkan panas. Contoh puuk kandang panas antara lain kotoran ayam dan kuda. Sedangkan pupuk dingin merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung sangat pelan sehingga tidak menghasilkan panas. Contoh pupuk kandang dingin antara lain, kotoran sapi, kerbau, dan babi.  

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


Hama penyerang tanaman kakao

BERBAGAI MACAM HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN KAKAO DAN CARA PENGENDALIANNYA 

Hama penting yang sering menyerang tanaman kakao adalah Penggerek buah kakao (PBK), Kepik penghisap buah kakao (Helopeltis), Penggerek batang/cabang (Zeuzera coffeae), Tikus dan tupai/bajing dan penyakit penting kakao diantaranya yaitu Vascular streak dieback (VSD), Busuk buah, Kanker batang, Antraknose, Jamur akar, Jamur upas.

Kerusakan yang Ditimbulkan dan Pengendaliannya

1. Penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella, Famili Gracillariidae, Ordo Lepidoptera
 
Gejala serangan pada buah (warna kuning tidak merata) Hama kakao ini sangat merugikan. Serangannya dapat merusak hampir semua hasil. Penggerek Buah Kakao dapat menyerang buah sekecil 3 cm, tetapi umumnya lebih menyukai yang berukuran sekitar 8 cm. Ulatnya merusak dengan cara menggerek buah, memakan kulit buah, daging buah dan saluran ke biji. Buah yang terserang akan lebih awal menjadi berwarna kuning, dan jika digoyang tidak berbunyi. Biasanya lebih berat daripada yang sehat. Biji-bijinya saling melekat, berwarna kehitaman serta ukuran biji lebih kecil.

Hama ini dapat dikendalikan dengan :
  • sanitasi, Cara sanitasi penting untuk mematikan PBK yang ada dalam buah yang sudah dipanen. Jika tidak dimatikan, PBK tersebut dapat berkembangbiak dan menyerang buah yang masih ada di pohon. Setelah buah dipanen, seluruhnya dibelah, Kulit buah dimasukkan ke dalam lobang dan ditutup dengan tanah atau dengan plastik untuk membunuh larva yang masih ada / hidup pada buah. Jika tidak segera dikerjakan simpanlah buah dalam karung plastik yang diikat rapat. Cara tersebut mencegah PBK keluar dan menyerang buah yang belum masak di pohon.
  • pemangkasan, Pemangkasan juga bermanfaat untuk mengendalikan PBK. Melalui pemang-kasan kita mengurangi / membuang cabang, ranting, dan daundaun yang tidak berguna sehingga penggunaan zat makanan lebih efektif, dan tanaman kakao akan semakin baik pertumbuhannya, bukan hanya dalam hal tajuk tetapi juga dalam pertumbuhan buah. Selain itu, pemangkasan akan memberikan banyak penetrasi sinar matahari, serta gerakan angin yang bebas sehingga akan mengurangi serangan PBK. Karena itu, lakukanlah pemangkasan yang tepat waktu dan cara benar, baik dalam pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, maupun pemangkasan 
  • Pemupukan, Dampak utama pemupukan terhadap tanaman kakao adalah merangsang pertumbuhan yang baik. Dampak ini meningkatkan ketahanan kakao terhadap PBK. Tanaman kakao yang tumbuh sehat akan lebih tahan terhadap serangan PBK. Karena itu, lakukanlah pemupukan yang benar dengan memperhatikan dosis, jenis, cara, waktu, dan tempat. 
  • membenam kulit buah,
  • memanen satu minggu sekali, Untuk menurunkan jumlah PBK,sebaiknya semua buah yang sudah masak atau masak awal dipanen seminggu sekali. Cara ini menghindari perpanjangan perkembangan / Daur hidup PBK dikebun.
  • kondomisasi, kondomisasi dapat mencegah serangan PBK. Kantong tersebut harus dilobangi di bagian bawah supaya air dapat keluar. Jika tidak dilubangi, mungkin buah kakao akan membusuk. Saat yang tepat pengantongan adalah pada saat ukuran panjang buah sekitar 8 cm.
  • Cara hayati/biologi dengan menggunakan musuh alami.
2. Kepik pengisap buah kakao Helopeltis spp., Famili Miridae, Ordo Hemiptera

Kepik Helopeltis spp. termasuk hama penting yang menyerang buah kakao dan pucuk/ranting muda. Serangan pada buah tua tidak terlalu merugikan, tetapi sebaliknya pada buah muda. Selain kakao, hama ini juga memakan banyak tanaman lain, diantaranya: teh, jambu biji, jambu mente, lamtoro, apokat, mangga, dadap, ubi jalar, dll. Buah muda yang terserang mengering lalu rontok, tetapi jika tumbuh terus, permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Serangan pada buah tua, tampak penuh bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman, kulitnya mengeras dan retak. Serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan pucuk layu dan mati, ranting mengering dan meranggas.
Hama ini dapat dikendalikan dengan pemangkasan dan cara hayati.

3. Penggerek batang/cabang Zeuzera coffeae, Famili Cossidae, Ordo Lepidoptera

Ulat hama ini merusak bagian batang/cabang dengan cara menggerek menuju empelur (xylem) batang/cabang. Selanjutnya gerekan membelok ke arah atas. Menyerang tanaman muda. Pada permukaan lubang yang baru digerek sering terdapat campuran kotoran dengan serpihan jaringan. Akibat gerekan ulat, bagian tanaman di atas lubang gerekan akan merana, layu, kering dan mati.

Cara pengendalian meliputi :
  • lubang gerekan dibersihkan dan ulat yang ditemukan dimusnahkan.
  • Cara mekanis yang lain adalah memotong batang/ cabang terserang 10 cm di bawah lubang gerekan ke arah batang/ cabang, kemudian ulatnya dimusnahkan/ dibakar.
  • Cara hayati bisa dipakai, misalnya dengan Beauveria bassiana, atau agen hayati lain.
4. Tikus dan tupai / bajing Famili Muridae dan Sciuridae, Ordo Rodentia

Tikus merupakan hama penting, karena serangannya sangat merugikan. Buah kakao yang terserang akan berlubang dan akan rusak atau busuk karena kemasukan air hujan dan serangan bakteri atau jamur. Serangan tikus dapat dibedakan dengan serangan tupai/bajing. Tikus menyerang buah kakao yang masih muda dan memakan biji beserta dagingnya. Tikus menyerang terutama pada malam hari. Gejala serangan tupai/bajing umumnya dijumpai pada buah yang sudah masak karena tupai hanya memakan daging buah, sedangkan bijinya tidak dimakan. Biasanya, di bawah buahbuah yang terserang tupai/bajing selalu berceceran biji-biji kakao. Jadi, tikus benar-benar hama, tetapi tupai tidak karena biji bisa dikumpulkan kembali. Tupai menjadi hama (merugikan) apabila biji-biji tadi tidak dikumpulkan.

Pengendalian tikus dilakukan dengan sanitasi dan dengan cara hayati. Juga dapat digunakan umpan racun tikus (rodentisida) dan dengan menggunakan cara mekanis (perangkap)

5. Penyakit Vascular streak dieback (VSD) Oncobasidium theobromae, Kelas Basidiomycetes, Ordo Uredinales

Penyakit VSD disebabkan oleh O. theobromae, yang dapat menyerang di pembibitan sampai tanaman dewasa. Gejala tanaman terserang, daun-daun menguning lebih awal dari waktu yang sebenarnya dengan bercak berwarna hijau, dan gugur sehingga terdapat ranting tanpa daun (ompong). Bila permukaan bekas menempelnya daun diiris tipis, akan terlihat gejala bintik 3 kecoklatan. Permukaan kulit ranting kasar dan belang, bila diiris memanjang tampak jaringan pembuluh kayu yang rusak berupa garis-garis kecil (streak) berwarna kecoklatan. Penyebaran penyakit melalui spora yang terbawa angin dan bahan vegetatif tanaman. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kelembaban. Embun dan cuaca basah membantu perkecambahan spora. Pelepasan dan penyebaran spora sangat dipengaruhi oleh cahaya gelap.

Pengendalian penyakit :
  • Dengan memotong ranting/cabang terserang sampai 30cm pada bagian yang masih sehat kemudian dipupuk NPK 1,5 kali dosis anjuran.
  • Pemangkasan bentuk yang sekaligus mengurangi kelembaban dan memberikan sinar matahari yang cukup. Pemangkasan dilakukan pada saat selesai panen sebelum muncul flush.
  • Parit drainase dibuat untuk menghindari genangan air dalam kebun pada musim hujan.
Untuk pencegahan, tidak menggunakan bahan tanaman kakao dari kebun yang terserang VSD, dan menanam klon kakao yang tahan atau toleran terhadap VSD.

6. Busuk buah Phytophthora palmivora, Famili Pythiaceae, Ordo Pythiales

Penyakit ini disebabkan oleh jamur P. palmivora yang dapat menyerang buah muda sampai masak. Buah yang terserang nampak bercak bercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari pangkal, tengah atau ujung buah. Apabila keadaan kebun lembab, maka bercak tersebut akan meluas dengan cepat ke seluruh permukaan buah, sehingga menjadi busuk, kehitaman dan apabila ditekan dengan jari terasa lembek dan basah. Penyebaran penyakit dibantu oleh keadaan lingkungan yang lembab terutama pada musim hujan. Buah yang membusuk pada pohon juga mendorong terjadinya infeksi pada buah lain dan menjalar kebagian batang/cabang. Patogen ini disebarkan oleh angin dan air hujan melalui spora. Pada saat tidak ada buah, jamur dapat bertahan di dalam tanah. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada daerah yang mempunyai curah hujan tinggi, kelembaban udara dan tanah yang tinggi terutama pada pertanaman kakao dengan tajuk rapat.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan :
  • sanitasi kebun
  • mekanis (mengumpulkan dan membakar buah yang terserang)
  • kultur teknis
  • Pengaturan pohon pelindung dan pemangkasan tanaman kakao merupakan hal yang penting dilakukan terutama pada musim hujan
  • Penanaman klon resisten atau toleran merupakan cara yang wajib diperhatikan.
7. Kanker batang Phytophthora palmivora, Famili Pythiaceae, Ordo Pythiales

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang sama dengan penyebab penyakit busuk buah. Gejala kanker diawali dengan adanya bagian batang/cabang menggembung berwarna lebih gelap/ kehitam-hitaman dan permukaan kulit retak. Bagian tersebut membusuk dan basah serta terdapat cairan kemerahan yang kemudian tampak seperti lapisan karat. Jika lapisan kulit luar dibersihkan, maka akan tampak lapisan di bawahnya membusuk dan berwarna merah anggur kemudian menjadi coklat. Penyebaran penyakit kanker batang sama dengan penyebaran penyakit busuk buah. Penyakit ini dapat terjadi karena pathogen yang menginfeksi buah menjalar melalui tangkai buah atau bantalan bunga dan mencapai batang/cabang. Penyakit ini berkembang pada kebun kakao yang mempunyai kelembaban dan curah hujan tinggi atau sering tergenang air.

Pengendalian penyakit :
  • Dapat dilakukan dengan mengupas kulit batang yang membusuk sampai batas kulit yang sehat. Luka kupasan dioles dengan fungisida tertentu.
  • Pemangkasan pohon pelindung dan tanaman kakao dilakukan agar di dalam kebun tidak lembab.
  • Apabila serangan pada kulit batang sudah hampir melingkar, maka tanaman dipotong atau dibongkar.
8. Antraknose Colletotrichum gloeosporioides, Famili Melanconiacea, Ordo Melanconiales

Penyakit antraknose disebabkan oleh jamur. C. gloeosporioides yang menyerang buah, pucuk/daun muda dan ranting muda. Pada daun muda nampak bintik-bintik coklat tidak beraturan dan dapat menyebabkan gugur daun. Ranting gundul berbentuk seperti sapu dan mati. Pada buah muda nampak bintik-bintik coklat yang berkembang menjadi bercak coklat berlekuk (antraknose). Buah muda yang terserang menjadi layu, kering, dan mengeriput. Serangan pada buah tua akan menyebabkan gejala busuk kering pada ujungnya. Penyakit ini tersebar melalui spora yang terbawa angin ataupun percikan air hujan. Penyakit cepat berkembang terutama pada musim hjan dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi.

Pengendalian penyakit :
  • Dilakukan dengan dengan memangkas cabang & ranting yang terinfeksi, mengambil buah-buah yang sakit dikumpulkan dan ditanam atau dibakar.
  • Melakukan pemupukan (N,P,K) satu setengah kali dosis anjuran.
  • Pengaturan naungan sehingga tajuk pohon kakao tidak terkena sinar matahari langsung
  • Perbaikan drainase tanah untuk menghindari genangan air di dalam kebun.
9. Jamur akar Ganoderma philippii(1), Fomes lamaoensis(2), Rigidoporus lignosus/Fomes lignosus

Ada tiga jenis penyakit jamur akar pada tanaman kakao, yaitu:
(1) Penyakit jamur akar merah
(2) Penyakit jamur akar coklat
(3) Penyakit jamur akar putih.

Ketiganya menular melalui kontak akar, umumnya penyakit akar terjadi pada pertanaman baru bekas hutan. Pembukaan lahan yang tidak sempurna, karena banyak tunggul dan sisa-sisa akar sakit dari tanaman sebelumnya tertinggal di dalam tanah akan menjadi sumber penyakit. Ketiga jenis penyakit ini mempunyai gejala: daun menguning, layu dan gugur, kemudian diikuti dengan kematian tanaman. Untuk mengetahui penyebabnya, harus melalui pemeriksaan akar.

Pencegahan penyakit dilakukan dengan :
  • Membongkar semua tunggul pada saat persiapan lahan terutama yang terinfeksi jamur akar.
  • Lubang bekas bongkaran diberi 150gr belerang dan dibiarkan minimal 6 bulan.
  • Pada saat tanam diberi 100 gr Trichoderma sp. per lubang.
  • Pada areal pertanaman, pohon kakao yang terserang berat dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar di tempat itu juga.
  • Lubang bekas bongkaran dibiarkan terkena sinar matahari selama 1 tahun.
  • Minimal 4 pohon di sekitarnya diberi Trichoderma sp. 200gr/pohon pada awal musim hujan dan diulang setiap 6 bulan sekali sampai tidak ditemukan gejala penyakit akar di areal pertanaman kakao tersebut.
10. Jamur upas Corticium salmonicolor, Famili Corticiaceae, Ordo Stereales

Penyakit jamur upas dapat menyerang tanaman kakao, karet, kopi, teh, kina dan lain-lain. Infeksi jamur ini pertama kali terjadi pada sisi bagian bawah cabang ataupun ranting. Apabila menyerang ranting dan cabang kecil umumnya tidak menimbulkan kerugian yang berarti, karena dengan memotong ranting/cabang kecil yang terserang cukup untuk mengendalikan jamur ini dan tumbuhnya bunga pada ranting dan cabang kecil tidak kita harapkan. Serangan dimulai dengan adanya benangbenang jamur tipis seperti sutera, berbentuk sarang laba-laba. Pada fase ini jamur belum masuk ke dalam jaringan kulit. Pada bagian ujung dari cabang yang sakit, tampak daun-daun layu dan banyak yang tetap melekat pada cabang, meskipun sudah kering. Jamur ini menyebar melalui tiupan angin atau percikan air. Keadaan lembab dan kurang sinar matahari sangat membantu perkembangan penyakit ini.

Pengendalian dapat dilakukan :
  • Dengan cara mekanis, yaitu memotong cabang/ranting sakit sampai 15 cm pada bagian yang masih sehat; membersihkan /mengeruk benangbenang jamur pada gejala awal dari cabang yang sakit, kemudian diolesi dengan fungisida.
  • Cara kedua adalah dengan kultur teknis, yaitu pemangkasan pohon pelindung untuk mengurangi kelembaban kebun sehingga sinar matahari dapat masuk ke areal pertanaman kakao.
Salam Tani ...!!! 
Bertani Kakao :
Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


Hari Kakao Indonesia 16 September

16 September Ditetapkan Sebagai Hari Kakao Indonesia 

Jakarta – Pemerintah menetapkan Hari Kakao Indonesia pada tanggal 16 September. Hal ini dilakukan untuk dapat mendukung nilai tambah cokelat.


“Indonesia masih nomor tiga setelah Pantai Gading dan Ghana. Ini upaya untuk mewujudkan produsen kakao terbesar. Ini perlu untuk menjadi penghasil kakao terbesar dunia,” ujar Menteri Pertanian Suswono di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (12/10).

Pemilihan tanggal 16 September ini mengacu kepada semangat juang sejarah penemuan klon unggulan kakao di Indonesia yang merupakn hasil penelitian cukup lama. Yakni sekitar 35 tahun yang dikenal dengan DR1, DR2, dan DR38, yaitu Djati Renggo.

Sepakat mengenai pentingnya memiliki Hari Kakao Indonesia, seluruh pemangku kepentingan disektor kakao telah mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan bahwa tanggal 16 september sebagai Hari Kakao Indonesia.

16 September Hari Kakao

Kakao merupakan komoditas andalan perkebunan, mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia, pemasok peringkat ketiga devisa negara di sektor perkebunan, sumber pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru 1,6 juta petani. Sebagai negara produsen kakao terbesar ketiga dunia Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam mengisi kebutuhan pasar dunia disamping peluang pasar domestik untuk 240 juta penduduk Indonesia.

Namun dengan kondisi mutu dan produktivitas yang rendah, yang antara lain disebabkan oleh umur tanaman kakao yang sudah tua, serangan hama penyakit khususnya Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit vaskular streak dieback (VSD), serta biji kakao yang belum difermentasi. Sehingga kejayaan kakao Indonesia belum dapat dinikmati sepenuhnya oleh petani kakao selaku produsen bahan baku, dan industri kakao di dalam negeri selaku pengolah bahan bakunya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa konsumsi coklat dalam negeri harus ditingkatkan. Saat ini, konsumsi dalam negeri masih 60-70 ribu ton/tahun. “Konsumsi dalam negeri harusnya double dari sekarang. Kita bisa 150 ribu ton/tahun. Peluang itu di kue dan bakery, kosmetik, minuman,” katanya.

Sedangkan untuk tingkat produksi dalam negeri, saat ini baru mencapai 712 ribu ton di lahan seluas 1,6 juta hektar. Bayu menargetkan, di tahun 2015, produksi kakao dalam negeri akan meningkat hingga 1 juta. “Di Kemendag (kementerian perdagangan) kami memperhitungkannya di tahun 2015-2016 produksi kita harus 1 juta,” pungkas Bayu. dt

Diberbagai Wacana diatas banyak sekali yang nantinya akan mengembangkan untuk pengelolaan biji kakao, berikut kami kutip dari beberapa website :

Eksportir Kota Medan Tertarik Kelola Kakao di Madina
MedanBisnis – Panyabungan. Salah satu eksportir asal Kota Medan menyatakan siap untuk mengembangkan kakao di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal ini didasarkan pada potensi sumber daya alam yang sangat mendukung, ditambah tingginya hasil produksi kakao petani di daerah tersebut.

Kesiapan itu dibeberkan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menangah (UKM), Erman Gappar Nasution, kepada MedanBisnis di ruang kerjanya, Jum”at (12/10). Erman tidak mengungkapkan nama eksportir asal Kota Medan yang tertarik menampung kakao produksi petani Madina, dengan alasan masih menunggu realisasi dan pertemuan berikutnya.

Namun Erman mencoba meyakinkan kalau eksportir asal Medan tersebut benar-benar tertarik mengembangkan tanaman kakao maupun menampung hasil penen kakao masyarakat.
Dari kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Utara hanya tinggal Kabupaten Mandailing Natal saja yang masih banyak memproduksi kakao. Erman kembali mengutip pernyataan eksportir kakao yang menyebutkan sebenarnya peluang pasar kakao petani Madina masih terbuka lebar, hal ini dibuktikan dengan masih menjadi primadonanya produksi kakao Madina di pasaran dunia.

Erman mengatakan, melihat potensi yang terbuka luas itu, sang eksportir itu mengakui perlu membuat langkah terkait seperti pembinaan dan pengembangan petani kakao agar terus meningkatkan hasil produksinya.
“Selama ini kakao dari Madina selalu dikirim ke Sumatera Barat, padahal untuk bahan eksportir di Sumut masih sangat kurang. Pada kesempatan itu juga dia menyatakan kesiapan menampung hasil panen petani Madina. Bahkan eksporter juga bersedia memberikan berbagai masukan kepada petani dalam merawat tanaman kakao di Madina” katanya.

Untuk itulah, tambahnya, dari peluang peningkatan perekonomian petani ke depan akan berupaya menjalin kerjasama dengan petani, maupun Dinas Kehutanan Perkebunan. Dengan demikian, kata dia, para petani kakao di daerah terbantu, termasuk mampu menambah kesejahteraan.
Secara terpisah, Habibullah, seorang petani kakao, mengatakan selama ini banyak dari pengumpul maupun petani menjual hasil panen kakaonya ke Sumatra Barat. Sebab, kata dia, selain harga kakao di pasaran Madina bersaing, juga dari sisi jarak relatif lebih dekat ketimbang harus dijual ke Kota Medan.

Namun jika ada eksportir yang mau langsung turun ke Madina, Habibulah mengatakan akan menyambut baik hal itu, apalagi membeli langsung dari petani kakao. “Tentulah akan kami sambut baik, sebab harga kakao yang disepakati sudah pasti lebih bagus,” ujar Habibulah.

Dia berharap pembeli asal Medan merealisasikan pembelian kakao. Apalagi, ujar Habibulah, produksi kakao di tiap kecamatan di Madina cukup banyak. Ia lalu mencontohkan Kecamatan Panyabungan Selatan yang mampu menghasilkan panen kakao hingga 12 ton untuk setiap kali panen atau setiap dua minggu sekali.
“Itu baru satu kecamatan, bagaimana dengan kecamatan lain? Jika harga untuk saat ini yang kakao kering berkisar Rp.17.500 per kilogram, maka saya selaku petani kakao optimis jika ada eksportir yang langsung bekerjasama dengan petani, maka otomatis kehidupan kami akan terbantu. Sebab, biasanya harga di pengumpul tidak menentu, selalu naik turun,” tegas Habibulah.

Madiun (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, terus mengembangkan pembudidayaan tanaman kakao di wilayahnya guna mendukung peningkatan perekonomian petani di lereng Gunung Wilis.

Bupati Madiun Muhtarom mengatakan, pembudidayaan tersebut dilakukan melalui kegiatan “Integrasi Kasepo”, yakni integrasi penanaman komoditas kakao, sengon, dan porang yang rata-rata berada di hutan lereng Gunung Wilis.
“Melalui pembudidayaan kakao, petani di daerah lereng Gunung Wilis yang tidak dapat menanam padi bisa beralih, sehingga pendapatan ekonomi tetap ada,” ujar Bupati di Madiun. Pembudidayaan kakao melalui Integrasi Kasepo ini selain melibatkan para petani juga melibatkan beberapa dinas terkait, seperti Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), Dinas Pertanian, dan juga Dinas Koperasi dan UMKM untuk memberikan pendampingan dan bantuan.

Di antaranya, Dinas Hutbun memberikan bantuan benih kakao dan pendampingan pemeliharaan tanaman kakao. Dinas Pertanian memberikan bantuan pupuk dan obat pembasmi hama. Kemudian, Dinas Koperasi dan UMKM memberikan bantuan kredit modal lunak untuk pengembangan industri pengolahan biji kakao. “Pembudidayaan ini juga didukung dengan adanya infrastruktur pabrik mini coklat di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan. Biji kakao yang dihasilkan petani bisa diolah di pabrik tersebut menjadi bubuk coklat, minuman coklat, dan permen coklat,” papar Muhtarom.

Biji kakao juga dapat dijual langsung ke para pedagang pengepul untuk kemudian disetorkan ke pabrik-pabrik tertentu yang ada di kota besar.
Bupati menambahkan, pembudidayaan kakao di Kabupaten Madiun sebetulnya sudah cukup lama dilakukan oleh para petani. Hanya saja, waktu itu belum maksimal. Pihaknya berkeinginan untuk terus mengembangkan produksi tanaman tersebut.

Hingga kini luas lahan pembudidayaan kakao di Kabupaten Madiun mencapai 4.180 hektare yang terdapat di kecamatan lereng Wilis, yakni Dagangan dan Kare. Sementara hasil produksi kakao setiap tahunnya rata-rata mencapai 406 ton dengan nilai produksi mencapai Rp8 miliar dan melibatkan sekitar 12.525 kepala keluarga.
“Pembudidayaan tanaman kakao ini sangat penting di Kabupaten Madiun, karena selain ekonomis, kakao juga membantu rehabilitasi hutan di lereng Gunung Wilis,” tutur Bupati.

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More