Kata Mutiara

Kesungguhan Adalah Kunci Keberhasilan

Cara Dip kabel antena pemancar FM

Cara lain untuk mengetahui panjang kabel antena pemancar adalah dengan cara di Dip kabel antena pemancar FM anda agar proses macthing antena nantinya menjadi semakin mudah. Dalam langkah Dip kabel ini,tentu saja kita harus mengetahui terlebih dahulu Panjang kabel yang akan kita gunakkan untuk kita ambil kelipatannya dari 1/2 lambda dari kabel yang kita miliki tersebut.
Untuk apa kita perlu mengetahui panjang kabel tersebut untuk kelipatan 1/2 lambdanya ?
Jawabannya sangat sederhana, yaitu agar kita tidak terlalu banyak / terlalu panjang dalam memotong-motong kabel antena kita saat proses nge-dip kabel pemancar kita.

Fungsi Nge-DIP kabel antena pada pemancar fm.

Fungsi ataupun tujuan dari ngedip kabel antena itu sendiri selain untuk memudahkan proses matching antena anda, juga berfungsi untuk mendapatkan nilai swr terendah dan yang paling rendah pada pemancar fm anda.

Langkah-langkah nge-DIP kabel antena pada pemancar fm.

Adapun langkah-langkah dalam proses nge-dip kabel antena ini adalah sbb:
  1. Siapkan SWR standart (SWR yang sensitive terhadap sinyal Refflector)
  2. Siapkan Dummyload 50 Ohm.
  3. Siapkan Terminal "T" 
  4. Siapkan sebuah pemancar fm anda dengan frekuensi kerja yang anda inginkan
  5. Siapkan gunting / tang potong yang tajam alias baru.
  6. Siapkan kabel antena dan hitung panjang kabel tersebut dengan kelipatan 1/2 lambda dari frekuensi kerja pemancar anda. Untuk yang satu ini bisa di lihat Di sini !
Setelah peralatan yang di butuhkan di atas telah siap, maka langkah selanjutnya kita tinggal memulai proses nge-dip kabel seperti yang tertera pada gambar berikut :


Hasil dari rangkaian di atas menjadi seperti di bawah ini :


Proses nge-DIP kabel pemancar fm selanjutnya adalah sbb :
  1. Hubungkan Konektor kabel pendek ke SWR Meter.
  2. Hidupkan mesin pemancar, lihat jarum Power dan Refflector-nya menunjuk pada angka berapa.
  3. Sampai disini baru kita mulai proses nge-DIP kabelnya sbb: 
Misal : 
  • Panjang kabel suatu pemancar pada frekuensi kerjanya adalah 25 meter
  • Potong ujung kabel tersebut dengan kelipatan 0.5cm - 1.0cm hingga di dapat nilai SWR atau nilai Refflector terendah lalu pasang konektor.
  • Selesai, dan selanjutnya kita tinggal macthing antena yang akan kita gunakkan


 Sekian Ulasan tentang tatacara nge-dip kabel pada pemancar fm, semoga bermanfaat...!!!
Jika temen-temen ada pendapat lain mengenai postingan ini, silahkan koment saja pada kolom komentar di bawah ini !   SALAM BLOGGER !

Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :


KARAKTER KOMPONEN PADA PERAKITAN PEMANCAR FM

Folder : FM 87.5 - 108 Mhz

   “Aduh gimana nih ngatasinya: Pemancar FM saya nyepletter ke TV”
“Minta saran dong: Power Pemancar FM saya besar, tapi kok nggak bisa mancar jauh?’’
Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain….

Merakit Pemancar FM, mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dibutuhkan pengetahuan , keterampilan , dan pengalaman yang cukup. Banyak hal-hal yang “membingungkan” bagi pemula di dunia rakit-merakit RF.

Kegagalan yang sering ditemui para pemula dalam merakit Pemancar FM adalah kurangnya pengetahuan tentang komponen yang digunakan.

Pemancar FM berada pada spectrum frekuensi VHF (very high Frequency ), dimana didaerah ini sangat sensitive terhadap komponen – komponen pemancar ( resistor, kapasitor, dan Induktor).

Panjang 0,5 lamda pada frekuensi 100 Mhz sekitar 60 inchi, tetapi pada frekuensi 400 Mhz hanya sekitar 15 inchi. Ini berarti bahwa pada frekuensi 400 Mhz sebuah tahanan 1 Watt akan mempunyai panjang gelombang sebesar 0,04 lamda. Oleh karena itu idealnya komponen-komponen yang dipergunakan di VHF-UHF dibuat sekecil mungkin. Dengan demikian akan dapat menghindari kesalahan/kegagalan akibat ukuran fisik komponen. Misalnya, kabel yang terlalu panjang bisa bersifat menjadi inductor atau malah menjadi antenna, lilitan yang berdekatan bersifat sebagai kapasitor, dan kapasitor dapat berlaku sebagai inductor.

Pengetahuan akan karakteristik komponen dan teknik perakitan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam merakit Pemancar FM.

Resistor pada VHF
Konduktor-konduktor dan resistor-resistor dapat membangkitkan noise thermal yang merupakan fungsi dari temperature komponen dan tahanannya. Pada kawasan VHF suatu resistor mempunyai kapasitansi yang ditimbulkan oleh kaki-kaki komponennya, juga mempunyai induktansi yang bergantung pada panjang kaki komponen. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin besar pula pengaruh kapasitansi dan induktansi liar terhadap kinerja rangkaian.

Tahanan RF dari kebanyakan resistor kecil cenderung turun pada frekuensi yang lebih tinggi. Pada frekuensi mendekati 150 MHz, nilai tahanan RF turun 20% dari nilai resistor pada DC. Jadi bila kita mengukur suatu tahanan 100 Ohm dengan Ohmmeter DC, maka pada frekuensi 150 MHz nilai tahanan RF yang dirasakan rangkaian adalah 80 Ohm.

Jenis resistor yang mempunyai kapasitansi dan induktansi liar yang kecil sangat dianjurkan dalam perakitan Pemancar FM.

Kapasitor pada VHF
Reaktansi kapasitip dari sebuah kapasitor semakin kecil dengan naiknya frekuensi. Sebaliknya reaktansi induktif dari kawat/inductor semakin bertambah dengan naiknya frekuensi. Karena pemancar FM bekerja di kawasan VHF, inductor liar yang ditimbulkan oleh kaki-kaki kapasitor dapat menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan. Dalam kawasan ini, kapasitor bisa berubah menjadi komponen yang agak kompleks, bisa bersifat induktansi, kapasitansi, dan resistansi, sehingga ada kemungkinan terjadi resonansi sendiri antar komponen tersebut, pada suatu frekuensi tertentu. Layak tidaknya suatu kapasitor digunakan pada VHF (FM), tergantung pada ukuran fisik, bahan, dan teknik fabrikasinya. Untuk kawasan frekuensi ini kapasitor mika atau keramik cukup layak digunakan, dengan catatan kaki-kakinya harus sependek mungkin.

Induktor Pada VHF

Induktor atau lilitan digunakan pada rangkaian VHF sebagai bagian dari sirkuit tala atau sebagai RFC (Radio Frequency Choke). Reaktansinya semakin besar jika frekuensi operasi semakin tinggi. Induktor yang paling efisien adalah sebuah inductor satu lapis dengan diameter kawat yang besar serta diameter inductor sama dengan panjangnya.

Induktor berintikan ferit mempunyai induktansi lebih besar dibanding induktor dengan inti udara. Inti ferit mempunyai efek menambah induktansi suatu lilitan.

Induktor yang dililit pada ferrite cincin ( toroidal ) atau ferrite bead , seringkali digunakan pada rangkaian RF terutama di VHF-UHF. RFC dengan toroid ini akan mampu mengurangi kebocoran flux. Medan RF akan terkonsentrasi di sekitar lilitan dengan inti toroid tersebut. Sehingga lilitan ini bisa dikerjakan pada rangkaian dengan kepadatan komponen yang tinggi.

Di pasaran terdapat beberapa macam ferrite atau toroid, ditinjau dari range frekuensi kerjanya. Secara Umum ferrite yang dapat bekerja di VHF, tidak masalah jika dikerjakan di jalur HF.

Tata letak komponen lilitan sangat berpengaruh pada kinerja rangkaian RF. Bila ada dua buah lilitan yang sejajar maka kedua lilitan akan saling menginduksikan medan listrik satu sama lain , atau yang disebut kopling magnetik. Kopling magnetik yang tidak dikehendaki ini harus dicegah, kecuali memang dikehendaki.

Pada penguat bertingkat dengan penguatan tinggi, kopling magnetik antara bagian output dan input dapat menyebabkan umpanbalik positip, dan akan terjadi self osilasi.
Hal ini dapat dicegah dengan memasang shielding yang digroundkan di antara lilitan yang terjadi kopling magnetik tadi. Dan cara lainnya adalah dengan membuat lilitan-lilitan tadi dipasang saling tegak lurus, sehingga kopling magnetiknya akan menjadi nol.

Source:Majalah Elektron

TIPS:
1. Sebaiknya kita mengacu pada rangkaian Built-Up untuk merakit Pemancar FM, dari sisi tata letak dan perakitan/pengawatan.
2. Untuk mengetes Pemancar FM kita self osilasi atau tidak, coba hidupkan pemancar , pasang SWR meter pada posisi POWER, kemudian matikan osilator saja ( sementara rangkaian buffer sampai final tetap tersuplai tegangan). Lihat Power pada SWR , apakah masih menunjukkan adanya daya atau tidak. Jika tidak, berarti Pemancar FM anda tidak terjadi self osilasi. Jika ya, berarti anda harus meneliti rakitan anda

Mungkin teman-teman punya pengalaman lain......bisa nambahin untuk temen-temen yang lainnya...

Referensi By : http://txfm.blogspot.com/2008/07/karakteristik-komponen-pada-perakitan.html

Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :


Macthing Antena 2X5/8 Lambda di Frekuensi 107.7 Mhz

Keunggulan dari Antena 2X5/8 ini mempunyai penguatan yg lumayan besar (lebih 5 db) dan juga mempunyai sudut pancaran yg sangat bagus (yaitu pancaran datar) .
Untuk mengetahui panjang gelombang atau lambda ini, maka dapat kita gunakkan Rumus panjang gelombang sbb:


C/Freq x 0,95 

Dimana C adalah Kecepatan Rambat Cahaya diruang hampa = 3.10panggkat 8, atau lebih mudahnya kita tuliskan nilai 300 untuk mempermudah dan menyederhanakan dalam menghitung panjang gelombang, Freq adalah Frequensi kerja yg dimaksud dan nilai 0.95 adalah nilai velocity vaktor dimana kecepatan rambat gelombang elektromagnit tentunya tidak sama pada setiap media, disini dituliskan 0.95 adalah nilai pendekatan cepat rambat pada media logam sebagai pembuat bahan antena..ok..paham rekan ??? Di sini kita ingin membuat antena 2X5/8 pada freq 107.7 mhz, begini penjabaran rumusnya 300/107.7 = 2.785 berarti panjang gelombang yg kita peroleh adalah 2.785  meter, kemudian kita kalikan 2.785 X 0.95 maka kita peroleh nilai 2.646 meter, inilah acuan yg akan kita kalikan 2X5/8, jadi 2.646 X 2X5/8 =3.3077 meter Atau 330.77 cm dan ini merupakan panjang total pecut antenanya. mudah bukan...????? Adapun diwaktu tuning atau seting antena yg sudah jadi sebaiknya jangan terlalu memendekkan atau memanjangkan antena walaupun antena bisa di adjust sampai beberapa cm, harus diingat panjang suatu antena harus tetap mengacu pada rumus, ini sangat penting dan vital, mungkin adjust antena cuma ada teloransi lebih kurang 1,5 cm saja, kalaupun belum didapatkan SWR yg rendah sebaiknya cek bagaian loading coilnya atau di tap ulang sampai mendapatkan SWR minimal..... 


Klik Gambar Untuk Menampilkan Tampilan Penuh !


Antena 2X5/8 setelah selesai di buat pada frekuensi 107.7 Mhz Untuk Radio Komunitas Fruits FM


Panjang loading coil seharusnya 1/4 lambda dari frek yg digunakan (P=66.155cm), tapi di sini saya menggunakan berdasarkan Turn yaitu 6 lilit dengan ukuran kawat mail 1.5 mm.


Hasil yang tertera pada SWR menunjukkan sangat bagus, karena jarum Macth tidak bergerak sama sekali.

PERHATIAN :
Untuk memulai macthing antena, sebaiknya pastikan terlebih dahulu mesin pemancarnya, apakah sudah lurus di frekuensi kerjanya apa belum,sebaiknya di cek menggunakkan Dumyload dan SWR per VCOnya, setelah yakin mesin pemancarnya OK, langkah selanjutnya yaitu mengetahui panjang kabel untuk frekuensi kerja pemancar anda.

Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat !!!

Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :


Data Velocity Factor (Vf) Kabel Antena

Memang pada dasarnya Coaxcial / kabel antena akan Match atau resonansi pada frek kerjanya apabila kabel tersebut mempunyai panjang dari kelipatan 1/2 Lamda dari frekuensi kerjanya, karena jika panjang kabel tersebut tidak sesuai dengan frekuensi kerjanya,maka anda akan mengalami kesulitan dalam usaha Macthing antena anda. Nah di bawah ini merupakan Data Velocity Factor (Vf) Kabel Antena.

KECEPATAN FAKTOR (VF) DARI KABEL COAXIAL SECARA UMUM

CABLE
VF
RG-8
.66
LMR-400
.85
RG-8X
.84
RG-11
.75
RG-58
.66 / 68
LMR-195
.83
RG-59
.82
RG-62
.84
RG-174
.66
RG-213
.66
RG-214
.66
RG-217
.66
RG-218
.66
RG-316
.79
RG-400
.695
LMR-500
.85
LMR-600
.86
1/2 KERAS
.81
7/8 KERAS
.81
LDF semua ver
.88

Untuk Cara menghitung panjang kabel yang di butuhkan pada frekuensi kerja anda, sudah ada pada postingan 3Brothers Study sebelumnya, silahkan di simak dan selamat bereksperiment....
 
Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :


Cara Mengetahui Panjang Kabel Berdasarkan Frekuensi FM


Pada dasarnya Coaxcial / kabel antena akan Match atau resonansi pada frek kerjanya apabila kabel tersebut mempunyai panjang dari kelipatan 1/2 Lamda dari frek kerjanya. Singkatnya demikian.
Contoh :
Frek kerja kita 107.7Mhz dengan mempergunakan kabel RG-58, disini misal kita ketahui Velocity Faktor RG-58 adalah 0,68. jadi kita hitung dulu sebagai berikut :

 (300/107.7 x 0,68) x 0,5 = 94.7 cm.

Nah sekarang kita sudah menemukan 1/2 lamda dari kabel RG-58 dengan frek 107.7 Mhz. Dan tinggal kita kalikan kelipatan nilai 1/2 lamda tersebut dengan menyesuaikan panjang kabel yg kita punya. Misal kita punya kabel 15 meter, maka nilai kelipatannya adalah 15 X 94.7 = 1420.5cm atau 14.205 meter . Ini adalah nilai pendekatan saja, lebih tepatnya kita harus tune kabel tersebut dengan menggunakan peralatan yg memadahi misal Antena Analizer dsb. Nantinya pasti akan diperoleh ketepatan yg persis, dengan panjang kabel yg lebih pendek lagi. Mengapa demikian....???? Tentunya faktor teknis Kabel Coaxcial terutama nilai Velocity Factor (Vf) akanlah tidak sama setiap jenis kabel RG-58 terutama dari segi mutu. Apalagi RG-58 yg tersedia dipasaran, nilai Vf cenderung lebih rendah ( jelas pasti) dari 0,68 sekalipun nilai (Vf) aslinya adalah 0.66

Catatan Penting:
Ada baiknya mas anda coba.., perkalian dari 1/2 lamda sebaiknya anda gunakan nilai BILANGAN PRIMA, misal anda gunakan nilai 17 - 19 dsb. Menurut penyesuaian panjang kabel anda. Pengalaman yg sudah di jalani, ternyata dengan mengalikan dengan bilangan Prima, maka akan diperoleh Resonansi jauh lebih bagus dan sempurna.... Untuk Data Velocity Factor (Vf) dapat di lihat pada Postingan 3Brothers Study Selanjutnya....
OK.. kawan... Selamat Mencoba Moga Sukses.. 


DataSheet Transistor (Mosfet) FM Yang Sering Di Gunakkan

107.7 Mhz , Fruits FM

Di bawah ini merupakan kumpulan Link dataSheet transistor (Mosfet) FM yang sering di gunakkan untuk daya di bawah 100Watt. DataSheet ini berfungsi untuk mengetahui daya yang dapat di keluarkan plus komponen standar dari pabriknya. Berikut Link tersebut :


OSILASI PARASITIK PADA PEMANCAR FM

Dalam perakitan PEMANCAR FM atau rangkaian RF pada umumnya, efek dari kapasitansi dan induktansi tidak bisa samasekali diremehkan. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin signifikan pengaruh dari reaktansi kapasitif dan induktifnya.

Kawat sepanjang 5 cm mungkin tidak berefek pada rangkaian audio, tetapi pada rangkaian uhf, akan dapat menimbulkan efek yang serius, dengan kata lain reaktansi induktifnya berlipat-lipat besarnya.

Kapasitansi internal transistor dan induktansi kawat jumper ( misal jalur PCB yang panjang ) dapat menimbulkan Osilasi yang tidak diinginkan (Unwanted Oscillations). Osilasi liar ini terbentuk dalam konfigurasi Colpits atau Hartley. Biasanya Osilasi ini terjadi mulai kawasan VHF – UHF.

Untuk mengurangi Osilasi liar akibat terjadinya umpan-balik positif ini, maka bisa kita tambahkan resistor sekitar 10 Ohm, atau dengan dieksperimen. Cara lainya mungkin dengan menyelipkan Ferrite Bead pada kaki basis. Ferrite Bead ini akan menyerap /meredam energi osilasi parasitik dan menghilangkan Osilasi yang tidak dinginkan ini. Dalam kasus lain, bisa diatasi dengan menurunkan ”feedback fraction” Atau dengan menggeser/merubah besaran pergeseran fasa.

Dalam praktek perakitan PEMANCAR FM, tata-letak komponen, layout PCB, shielding, dan pengawatan harus betul-betul diperhatikan. Sebaiknya kita mengacu pada rakitan built-up jika memungkinkan, dan tentu saja jika hanya berpedoman skematik diagram tingkat keberhasilan dalam merakit pemancar FM tentulah sangat kecil.

Seringkali kita harus banyak memasang ferrite bead dan capacitor by-pass untuk mengurangi self osilasi ini. Pada desain RF , groundplane (bidang ground) sangat signifikan pengaruhnya. Gunakan PCB dari bahan Fiber dan double side jika memungkinkan.
SEMOGA BERMANFAAT...!!!

Referensi By : http://txfm.blogspot.com/2008/07/osilasi-parasitik-pada-pemancar-fm.html

Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :


Skema Booster FM 80Watt Menggunakan 2SC1946A+2SC2782

Di bawah ini merupakan skema Booster FM 80Watt Menggunakan 2SC1946A+2SC2782 dengan ukuran PCB 10cm X 20cm yang telah saya modifikasi dari product Aircom.

Memang gampang-gampang susah dalam membuat sebuah pemancar FM, karena banyak sekali gendalanya yang terkadang membuat kita bingung sendiri, saya mengalami kesulitan dalam memodifikasi boster ini, kesulitan itu sebagai berikut :
  • Exiter yang saya gunakan adalah Extra Lock 1 dari product Aircom (Ini tidak ada masalah)
  • Boster mengeluarkan Watt kecil (25 Watt) tapi 2SC2782-nya panas banget dengan ampere meter yang tinggi (sekitar 16 Ampere)
  • Dengan watt tersebut, jangkauannya sangat pendek (Tidak sampai 6 km)
  • Setelah setelah saya lakukan tuning lagi dan tuning lagi, akhirnya watt-nya bisa naik lumayan tinggi (60 Watt), tapi masih tetap tidak bisa mancar jauh (Tidak sampai 7 km) dengan kwalitas audio yang buruk.
Jadi buat teman2 yang mengalami hal yang sama, sebaiknya coba deh skema di bawah ini, selain jangkauannya lumayan jauh, kwalitas audio yang stabil, skema ini juga sudah saya uji coba On Air 24 Jam selama 1bulan dan masih tetep OK dengan antena 5/8 serta tinggi antena 18 meter plus kabel antena RG8 yang saya gunakan.

3Brothers Study

Klik Gambar Untuk Melihat Tampilan Yang Lebih Besar !


3Brothers Study


Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam membuat boster FM :
  • Power Suply yang di lengkapi dengan Volt Meter dan Ampere Meter
  • Gunakan Domyload 50 Ohm 
  • SWR Standart , Misalnya Daiwa CN-801
Jika teman-teman ingin memodifikasi sendiri sebuah boster FM yang telah anda miliki, saya sangat merekomendasikan kepada anda untuk menggunakan software FM Calculator

Post Lainnya Tentang Pemancar FM 87.5 - 108Mhz :

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More