flas script


9 Manfaat Coklat Dari Buah Kakao

Siapa yang tidak kenal dengan produk makanan dan minuman yang satu ini, coklat. Makanan dan minuman yang dihasilkan dari tanaman kakao ini menjadi primadona hampir semua golongan usia. Jangankan anak-anak, orang dewasapun menjadikan makanan dan minuman ini sebagai favorit mereka . Selain makanan favorite coklat juga mengandung banyak Manfaat bagi kesehatan , Berikut kita bahas tentang Manfaat Coklat Untuk Kesehatan .


Sekilas Tentang Buah Coklat
  • Asal muasal istilah coklat
    Istilah coklat dalam bahasa suku Aztec berasal dari kata “xocolatl”,yang berarti minuman pahit. Pada awalnya coklat dikonsumsisebagai minuman yang dibuat berbuih, kadang-kadang ditaburi ladamerah, vanilla, madu atau rempah-rempah lain. Rasanya pahit, sepatdan berlemak. Pada akhirnya penggunaan rempah-rempahdihilangkan dan mulai ditambahkan gula, susu dll. Orang-oarangIndian Mexico menyebutnya “chocolate” yang berasal dari kata“choco”yang berarti busa (foam) dan “atl” yang berarti air.

  • Definisi Biji kakao dan Coklat
    Biji kakao didefinisikan sebagai biji yang dihasilkan oleh tanaman kakao (Theobroma cacao Linn), yang telah difermentasi,dibersihkan dan dikeringkan. Coklat adalah makanan yang terbuat dari biji (seed) tanaman tropis yang disebut kakao (Teobroma cacaoL). Teobroma berasal dari bahasa yunani yang berarti “makanan para dewa” ( foods of gods ).Coklat adalah suatu sistem pangandengan fase diskontinyu berupa lemak kakao tetapi kadang-kadang bisa juga dicampur dengan jenis-jenis lemak lain serta fasediskontinyu berupa padatan yang terdiri dari gula, kakao dan susu .
Proses Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat

Secara umum proses pengolahan biji kakao menjadi coklat melalui beberapa tahapan proses . Berikut ini informasi bagaimana proses pengolahan biji kakao menjadi coklat :

  • Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan semua bahan yang asing.
  • Biji kakao selanjutnya akan dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji (roasted). Suhu, waktu dan tingkat kelembaban pada saat penyangraian (roasted) tergantung pada jenis biji yang digunakan dan jenis cokelat atau produk yang akan dihasilkan.
  • Sebuah mesin penampi (winnowing machine) akan digunakan untuk memisahkan kulit biji dan biji kakao.
  • Biji kakao kemudian akan mengalami proses alkalisasi, biasanya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna.
  • Setelah di alkalisasi, biji kakao kemudian memasuki proses penggilingan untuk membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis mesin penggilingan yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan.
  • Setelah biji kakao menjadi cocoa liquor, biasanya produsen akan menambahkan bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah citra rasa coklat. Umumnya menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka, yang dicampur bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan.
  • Tahapan selanjunya adalah mengekstrak the cocoa liquor dengan cara dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter) dan kakao dengan massa padat yang disebut cocoa presscake. Persentasi lemak kakao yang dipress disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga komposisi lemak coklat (cocoa butter) dan cocoa presscake berbeda-beda.
  • Pengolahan sekarang menjadi dua arah yang berbeda. Lemak coklat akan digunakan dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi coklat dalam bentuk bubuk.
  • Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan akan berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat.
  • Campuran kemudian mengalami proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk (refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat.
  • Proses selanjutnya, conching, untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan suhu conching akan mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur.
  • Campuran ini kemudian melewati pemanasan, pendinginan dan proses pemanasan kembali. Hal ini mencegah perubahan warna dan lemak coklat dalam produk tersebut. Hal ini untuk mencegah perubahan warna dan melelehnya coklat dalam produk.
  • Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi enrobing dan didinginkan di ruang pendingin.
  • Cokelat ini kemudian dikemas untuk distribusi ke outlet ritel.
9 Manfaat Coklat Untuk Kesehatan

Beberapa kandungan cokelat seperti kafein, theobromine, methyl-xanthine, dan phenylethylalanine dipercaya dapat memperbaiki mood dan mengurangi kelelahan sehingga bisa digunakan sebagai obat anti-depresi . Dan berikut merupakan beberapa manfaat coklat bagi kesehatan :
  1. Manfaat Coklat untuk Kolesterol Tinggi - Ketika mengonsumsi cokelat, Anda juga mengonsumsi flavonoid yang memiliki kemampuan antioksidan yang dikenal bermanfaat menurunkan jenis kolesterol buruk, LDL. LDL merusak arteri dan dapat meningkatkan peluang kita terkena penyakit jantung atau serangan jantung. 
  2. Manfaat Coklat untuk Tekanan Darah Tinggi - Cokelat dan kakao mengandung flavanols, yang memiliki kualitas baik. Salah satu manfaat vaskular dari flavanols adalah menurunkan tekanan darah. 
  3. Manfaat Coklat untuk Diabetes - Makan coklat hitam dalam jumlah sedang telah diketahui dapat meningkatkan pengolahan gula darah, yang dapat mengurangi resiko diabetes. 
  4. Manfaat Coklat untuk Batuk - Para ahli telah menemukan bahwa theobromine, senyawa yang ditemukan pada kakao, dapat mengurangi batuk dengan memengaruhi ujung saraf sensorik dari saraf vagus yang berjalan melalui saluran udara di paru-paru. 
  5. Manfaat Coklat untuk Penyakit Hati - Penderita penyakit hati mendapat keuntungan dari cokelat karena senyawanya yang kaya antioksidan telah diketahui dapat mengurangi tekanan darah tinggi dalam hati dan mengurangi kerusakan pada pembuluh darah hati. 
  6. Manfaat Coklat untuk Penggumpalan Darah - Mereka yang makan cokelat diketahui lebih lambat dalam pengggumpalan darah ketika dilakukan transfusi. Hal ini membantu mencegah penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung 
  7. Manfaat Coklat untuk Kanker - Meskipun cokelat tidak dapat menyembuhkan kanker, tetapi memiliki manfaat pencegahan seperti mengurangi kerusakan sel yang dapat menyebabkan pertumbuhan tumor. 
  8. Manfaat Coklat untuk Stroke - Senyawa yang mengandung flavanol yang ditemukan dalam cokelat, yang disebut epicatechin, telah ditemukan untuk menjaga terhadap kerusakan stroke. 
  9. Sindrom Kelelahan kronis -
    Daripada minum soda atau kopi ketika Anda merasa lelah, makan cokelat persegi untuk meningkatkan tingkat energi Anda. Dalam dosis kecil, kafein dalam cokelat akan memberikan manfaat untuk mencegah kelelahan kronis .
Incoming search terms:
• proses pengolahan coklat
• cara-cara pengolahan coklat
• proses pembuatan coklat
• proses alkalisasi pada coklat bubuk
• pengolahan kakao
• bahan lain pembuatan coklat
• asal dan definisi dari biji kokoa dan coklat
• alamat distributor powder coklat vanila tasikmalaya
• pengertian coklat
• coklat

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


Usaha Peningkatan Pertanian

Dalam Usaha Peningkatan Pertanian, kita di hadapkan ke beberapa hal berikut :

1. Intensifikasi Pertanian
Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit.
Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program Panca Usaha Tani, yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani.

Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut :
• Pengolahan tanah yang baik
• Pengairan yang teratur
• Pemilihan bibit unggul
• Pemupukan
• Pemberantasan hama dan penyakit tanaman
• Pengolahan pasca panen

2. Ekstensifikasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan.
Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua.

3. Diversifikasi Pertanian
Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian.
Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  • Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan.
  • Memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan, misalnya pada suatu lahan selain ditanam Kakao juga ditanam Rica dll.
4. Mekanisasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Mekanisasi pertanian banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. Pada program mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga utama melainkan mesin yang menjadi tenaga utama,karena hal ini akan sangat membantu kinerja petani.

5. Rehabilitasi Pertanian
Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif.
Sebagai tindak lanjut dari program-program tersebut, pemerintah menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
  • Memperluas,memperbaiki dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia
  • Menyempurnakan sistem produksi pertanian pangan melalui penerapan berbagai paket program yang diawali dengan program Bimbingan Masal (Bimas) pada tahun 1970. Kemudian disusul dengan program intensifikasi Masal (Inmas), Intensifikasi Khusus (Insus) dan Supra Insus yang bertujuan meningkatkan produksi pangan secara berkesinambungan.
  • Membangun pabrik pupuk serta pabrik insektisida dan pestisida yang dilaksanakan untuk menunjang proses produksi pertanian. Cara Peningkatan Pertanian
Usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan antara lain dengan cara :
  1. Membangun gudang dan menetapkan harga dasar
  2. Memberikan berbagai subsidi dan insentif modal kepada para petani agar petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya.
  3. Menyempurnakan sistem kelembagaan usaha tani melalui pembentukan kelompok tani, dan Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh pelosok daerah yang bertujuan untuk memberikan motivasi produksi dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi para petani.

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !


Kwalitas Standart pada Biji Kakao

Standar kualitas kakao

Salah satu tujuan penting sertifikasi adalah untuk memperbaiki kualitas barang yang menjadi objek dari sertifikasi itu sendiri. Saat ini belum semua petani, kolektor dan supplier yang terlibat dalam usaha kopi dan kakao mengetahui secara benar standar dan kualitas untuk perdagangan international (ekspor).

Pada tingkat petani, standar kualitas kakao akan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:

Pemilihan lokasi lahan yang cocok untuk tanaman.
Untuk Kakao Pertumbuhan optimumnya di ketinggian 600 dpl dan ketinggian maximum yang masih bisa ditanami kakao adalah 1200 dpl.

Pemilihan bibit unggul
Pemilihan bibit unggul merupakan poin yang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pemilihan bibit juga harus memperhatikan lahan yang akan ditanamani kopi atau kakao, karena ketinggian lahan juga akan berpengaruh terhadap kecocokan jenis varietas yang akan ditanami. Untuk kopi Arabika di tanah gayo dikenal beberapa varietas yang dikenal secara umum seperti Ateng Super, Tim-Tim & Born Bon. Untuk varietas kakao dikenal beberapa varietas antara lain Griolo, Forastero & Trinitario. Jenis Forastero adalah varietas yang dominan diusahakan di Indonesia.

Perawatan dan Pemupukan
Perawatan dan pemupukan yang intensif juga akan sangat mempengaruhi terhadap hasil dan kualitas produksi kopi dan kakao. Perawatan yang paling penting untuk kopi dan kakao adalah pemangkasan. Kebanyakan kopi dan kakao petani belum dilakukan pemangkasan dengan standar yang benar. Kehilangan hasil akibat pemangkasan tidak dilakukan dengan standar yang benar bisa mencapai 30-50 % dari hasil yang sebenarnya. Pemupukan untuk kopi dan kakao seiring dengan permintaan pasar international yang mengarah ke organik, pola pemupukan petani untuk komoditi ini juga sudah mengarah ke organik.

Pemanenan & Pengilingan gelondong
Gelondong yang sudah dipetik juga harus segera di giling dengan pulper dan tidak boleh melebihi 24 jam setelah dilakukan pemetikan. Pengilingan yang melebihi 24 jam akan berakibat pada terjadinya fermentasi yang berlebihan dan menyebabkan rusaknya rasa secara organoleptik.

STANDAR UNTUK KAKAO
Standar pembelian Kakao di Indonesia pada umumnya masih mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2323:2008. Standar SNI ini sudah merujuk pada standar yang digunakan oleh negara produsen kakao lainnya dan persyaratan mutu yang ditetapkan oleh negara konsumen atau tujuan ekspor.

SNI Pada Kakao

Menurut jenis tanaman kakao di golongkan dalam 2 jenis yaitu:
• Jenis Mulia (Fine Cacoa/F)
• Jenis Lindak (Bulk Cacoa/B)

Menurut jenis mutunya kakao digolongkan dalam 3 jenis yaitu:
• Mutu I
• Mutu II
• Mutu III

Berdasarkan ukuran biji dalam takaran 100 gram, biji kakao digolongkan dalam 5 kategori yaitu:
  1. AA: Maksimum 85 biji kakao dalam pe rseratus gram
  2. A : 86-100 biji kakao dalam per seratus gram
  3. B : 101-110 biji kakao dalam per seratus gram
  4. C : 111-120 biji kakao dalam per seratus gram
  5. S : lebih dari 120 biji kakao dalam per seratus gram
Persyaratan mutu yang dilihat dalam penentuan kualitas kakao meliputi:
• Serangga hidup yang terdapat dalam sampel
• Kadar air maksimum 7,5
• Biji yang berbau asap atau bau asing lainnya
• Kadar benda asing

Kadar air pada biji kakao
merupakan sifat fisik yang sangat penting dan sangat diperhatikan oleh pembeli. Selain sangat berpengaruh terhadap randemen hasil (yield), kadar air juga berpengaruh pada daya tahan biji kakao terhadap kerusakan terutama saat penggudangan dan pengangkutan. Biji kakao, yang mempunyai kadar air tinggi, sangat rentan terhadap serangan jamur dan serangga. Keduanya sangat tidak disukai oleh konsumen karena cenderung menimbulkan kerusakan cita-rasa dan aroma dasar yang tidak dapat diperbaiki pada proses berikutnya. Standar kadar air biji kakao mutu ekspor adalah 6 – 7%. Jika lebih tinggi dari nilai tersebut, biji kakao tidak aman disimpan dalam waktu lama, sedang jika kadar air terlalu rendah biji kakao cenderung menjadi rapuh.

Tujuan pengeringan biji kakao
Tujuannya adalah menurunkan kadar air dari 60% menjadi 6 – 7%. Ada beberapa cara pengeringan yaitu dengan sinar matahari, dengan alat pengering dan kombinasi keduanya. Kombinasi pengeringan kakao dengan menggunakan sinar matahari dan panas buatan lebih baik karena tidak tergantung cuaca dan bahan bakar yang dikonsumsi. Kadar air kakao dapat kita dapatkan dengan mudah jika menggunakan alat ukur kadar air digital, seperti JV-010S dan MC7825G. Tinggal kebutuhan anda dalam ruang lapangan ataupun digudang, keduanya bisa dipakai untuk mengukur kadar air pada kakao, model tuang yang terdapat pada digital meter JV-010S dan Model Tusuk pada Alat Digital meter MC7825G.
Salam Tani...!!!

Bertani Kakao :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More