flas script


Untung-Ruginya Menutup Kolom Komentar Blog

Formulir komentar (cukup kita sebut sebagai kolom komentar saja) biasanya selalu kita jumpai pada sebuah blog. Dan memang sudah sewajarnya bila blog mempunyai kolom komentar di dalamnya. Ardianzzz, melalui tulisannya Minimum Viable Blog, menjelaskan fitur-fitur esensial yang semestinya ada di sebuah blog, yaitu:
  1. Judul atau identitas blog
  2. Blog Post, sudah pasti sebuah blog pasti memiliki postingan di dalamnya.
  3. Tanggal/alur waktu. Sebuah catatan/log disajikan secara berurut
  4. Terdapat arsip
  5. Memiliki kolom komentar – menurut beberapa sumber, sebuah blog harus memiliki kotak komentar.
Kolom komentar merupakan salah satu fitur esensial yang selalu menyertai sebuah blog, walaupun ia sendiri bukanlah sebuah ciri wajib dari suatu blog, karena ada juga beberapa blog yang menghilangkan fitur tersebut, dan ia tetaplah menjadi sebuah blog tanpa ada orang lain yang dapat membantahnya. :)
Menghilangkan kolom komentar bagi kebanyakan narablog merupakan sesuatu hal yang tidak wajar atau aneh. Namun bagi saya, hal tersebut sah-sah saja dilakukan, bahkan bila harus menutup blog sekalipun. Beberapa alasan yang melandasi seseorang menutup kolom komentar di blognya pernah dijelaskan pada postingan sebelumnya, antara lain:
  • Menghindari spam
  • Terlalu sibuk
  • Menghindari kesalahpahaman
  • Tulisan dianggap tidak penting
  • Telah disetel waktu kadaluarsanya

Kolom komentar dilihat dari sisi usability

Mengapa kebanyakan website/blog di era Web 2.0 menerapkan fitur komentar? Salah satu alasannya adalah karena terkait usabilitas atau kebergunaan. Beberapa poin usabilitas dengan adanya kolom komentar, antara lain:
  • Interaksi antara admin-pembaca lebih hidup

    Opini tidak didominasi oleh pemilik web/blog saja, melainkan juga oleh pengunjung. Dengan adanya kolom komentar, pengunjung dapat memberikan tangapan berupa pertanyaan, tambahan, saran/kritik, serta koreksi terhadap topik yang sedang dibahas. Pemilik blog pun diuntungkan dengan adanya tambahan opini/ide dari pembaca yang peduli. Pembaca pun diuntungkan dengan kemungkinan adanya tanggapan balik berupa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pembaca.
  • Menambah konten (isi) web/blog

    Dengan adanya kolom komentar, memungkinkan pemilik blog memperoleh tambahan konten dari komentar pengunjung. Tentunya konten yang dimaksud adalah konten yang bermanfaat dan sesuai topik yang sedang dibahas, bukan konten spam atau konten kentut (meminjam istilah dari blogernas.co.cc). Penambahan konten yang diberikan oleh pengunjung juga memungkinkan suatu halaman blog lebih terindex oleh mesin pencari. Dan inilah yang biasanya paling disetujui oleh penggila SEO.

Kelemahan dengan adanya kolom komentar

Selain beberapa manfaat usabilitas yang dijelaskan di atas, kolom komentar juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu memungkinkan pengunjung untuk menyebarkan komentar spam dan komentar ngasal mereka.
Pada beberapa mesin blog, kolom komentar yang terintegrasi langsung dengan blog juga menambah beban query ke database blog, sehingga menyebabkan kecepatan muat halaman menjadi lambat. Komentar-komentar yang masuk pun mengakibatkan ukuran database blog bertambah. Semakin besar ukuran database suatu blog, maka semakin lambat/berat pula kecepatan blog di sisi server.

Untung/Rugi Menutup Kolom Komentar

Bila adanya kolom komentar akan menambah poin usabilitas suatu blog, alhasil dengan ditutupnya kolom komentar, maka berkuranglah poin usabilitas tersebut. Namun perlu ditekankan, bahwasanya usabilitas adalah sesuatu hal yang subyektif. Tiap fitur blog mempunyai sisi usabilitas tersendiri tergantung dari kepentingan narablog. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

Kepentingan narablog terhadap kolom komentar berbeda-beda

Beberapa narablog ada yang tidak membutuhkan umpan balik dari pembaca blognya. Misalnya, blog yang hanya berisikan informasi berita semata. Dalam hal ini umpan balik dari pembaca baik berupa pertanyaan dan tambahan opini kurang dirasakan manfaatnya. Sebaliknya, pada sebuah blog yang berisikan opini atau pandangan penulis, umpan balik dari pembaca dibutuhkan, bukan hanya untuk kepentingan penulis saja, namun juga untuk kepentingan pembaca/pengunjung juga.

Kerugian di sisi pembaca

Hal yang merugikan muncul manakala sang narablog menulis sebuah opini yang keliru tentang orang/produk lain, yang kemudian banyak orang lain yang membaca tulisan tersebut. Mungkin akan ada orang yang hendak meluruskan perihal “kesalahpahaman” yang ditulis, namun apa daya, kolom komentar telah tertutup. Menghubungi penulis melalui alamat kontak (email) pun dirasa bukan sesuatu yang efektif, karena pembaca tidak dapat meluruskan mindset orang-orang yang telah membaca tulisan itu sebelumnya.
Kerugian lainnya adalah pembaca tidak mendapat informasi tambahan dari orang lain di kolom komentar. Ada kalanya solusi tepat mencari jawaban praktis dari sebuah tulisan adalah dengan membaca komentar-komentar yang masuk. Namun bila kolom komentar telah tertutup, ada kemungkinan pembaca tidak mendapat jawaban praktisnya.

Kerugian di sisi pemilik blog

Bilamana narablog menulis tulisan tentang suatu tutorial atau referensi dari website lain, kemudian pembaca penasaran tentang suatu hal, kemanakah ia harus bertanya? Menghubungi alamat kontak penulis mungkin adalah cara yang tepat. Namun bagaimana bila banyak orang bertanya dengan pertanyaan yang sama? Penulis mungkin akan merasa kesusahan bila harus menjelaskan tiap kali ada orang yang bertanya dengan pertanyaan yang sama. Bila kolom komentar terbuka, niscaya orang yang akan bertanya mendapat jawaban dari jawaban yang tertulis di komentar, dengan demikian dapat menghemat waktu si penulis untuk memberi jawaban.
Kerugian lainnya dari sisi pemilik blog adalah ia tidak mendapatkan komentar yang banyak, dan hal ini akan mengurangi popularitas blognya. Ups, tidak seharusnya poin ini dijelaskan di sini. Saya bukanlah penganut “pencari popularitas” melalui banyaknya komentar. :)

Solusi praktis penutupan kolom komentar

Akan selalu ada untung-ruginya bila kolom komentar ditutup. Menurut saya, solusi praktis bagi narablog yang memutuskan menutup kolom komentar di blognya adalah sebagai berikut:
  1. Konten blog

    Bila anda dan pengunjung blog tidak terlalu membutuhkan interaksi dua arah, maka sebaiknya tutuplah kolom komentar. Selain berguna untuk mencegah serangan spam, penutupan kolom komentar juga dapat menghemat ukuran database blog.
  2. Menutup kolom komentar per posting/tulisan

    Bagi pengguna WordPress, sebaiknya jangan menutup kolom komentar di bagian settingDiscussion, tapi tutuplah di bagian setting individual post. Dengan demikian pemilik narablog dapat membuka kolom komentar pada tulisan/posting yang dirasa perlu umpan balik dari pembaca.
Anda punya pandangan lain tentang opini saya di atas? Silakan tambahkan atau luruskan bila dirasa perlu. Kolom komentar blog ini masih terbuka lebar-lebar bagi anda.

Tips Kepribadian :

Kembali ke Site Map / Daftar Isi di Blog Ini, Klik Di Sini !

Data Browser Anda
IP


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More